Gema Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia disambut haru dan bahagia oleh rakyat Indonesia. Gema tersebut lambat menyebar ke daerah-daerah, salah satunya ke Bagansiapiapi. Di saat pemerintahan belum tertata, komunikasi masyarakat Bagansiapiapi yang multietnis, Tionghoa dan pribumi, kurang harmonis sehingga menimbulkan persengketaan berdarah antara etnis Tionghoa dan pribumi.