Energy needs continue to increase in Indonesia by 1,185.56 BOE (Barrel of Oil Equivalent) which is dominated by petroleum energy. This causes widespread petroleum management activities which produce waste in the form of hydrocarbon compounds because they are toxic to the environment. Management of hydrocarbon compounds needs to be done, one of which is through bioremediation using bacteria. Thi…
Telah dilakukan penentuan recovery minyak bumi dengan menggunakan crude biosurfaktan dengan variasi kadar garam nacl 0; 1,5; 3; 4,5; 6; dan 7,5% (b/v) dan kultur sel dari bakteri Pseudomonas peli dan Pseudomonas flourescens terhadap sludge yang mengandung minyak bumi. Penentuan recovery minyak bumi didapatkan dengan menentukan % TPH (Total Petroleum Hidrocarbon). Hasil penelitian menunjukk…
Uji oil recovery minyak bumi telah dilakukan dengan mengunakan biosurfaktan dari isolat bakteri indigen Pseudomonas aeruginosa, dan Pseudomonas citronellolis yang telah berhasil diisolasi oleh penelitian sebelumnya yang diperoleh dari Desa Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kedua bakteri ini bersifat toleran terhadap konsentrasi garam NaCl hingga 7,5 %. Biosurfaktan d…
Uji recovery minyak bumi menggunakan crude biosurfaktan dari bakteri indigen Pseudomonas peli, Pseudomonas citronellolis, Burkholderia glumae dan Bacillus firmus. Biosurfaktan digunakan dengan variasi konsentrasi sumber karbon molase 5, 10, 15, 20 dan 25 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 g sampel dengan TPH 18,64% (v/v) dapat melarutkan biosurfaktan 10% (v/v). Konsentrasi sumber kar…
Uji potensi dan sinergisme bakteri petrofilik penghasil biosurfaktan dari sumur tua (Abandon Well) untuk pengembangan teknologi MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) telah dilakukan pada bulan Desember 2013 sampai dengan Februari 2014, uji potensi dan sinergisme bakteri petrofilik penghasil biosurfaktan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu P…
Telah dilakukan uji toleransi garam terhadap delapan jenis isolat bakteri penghasil biosurfaktan, diantaranya Pseudomonas fluorescens, Pseudomonas acidovorans, Bacillus firmus, Burkholderia glumae, Brevundimonas diminuta, Pseudomonas aeruginosa, Pseudomonas peli, dan Pseudomonas citronellolis, dengan konsentrasi garam 0% ; 2,5% ; 5% dan 7,5%. Dari penelitian ini diperoleh bakteri Pseudomonas pe…
Uji recovery minyak bumi mengunakan biosurfaktan dari bakteri indigen Pseudomonas aeruginosa, Pseudomonas acidovorans, Pseudomonas fluorescens, dan Brevundimonas diminuta. Biosurfaktan disiapkan dengan variasi konsentrasi molase 5, 10, 15, 20, dan 25 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 g sampel tanah dan sludge dengan konsentrasi TPH 18,64% dapat melarutkan 10% biosurfaktan. Konsentrasi op…