Untuk menjadi politikus populer di zaman ini, agaknya orang tidak mungkin lagi bersikap layaknya seorang ideolog, yang punya kesetiaan bulat- bulat pada satu ideologi. Untuk menjadi pemimpin masyarakat yang beragam, mungkin di tuntut sejenis fleksibilitas dalam berhubungan dengan dunia ide, sebagaimana yang ditampakkan Tony Blair.
Demokrasi yang terkonsolidasi mensyaratkan satu hal penting. semua elit yang berpengaruh mesti sepakat bahwa prinsip demokrasi menjadi the only game in town, satu- satunya aturan main yang dijunjung. Para elit itu boleh berbeda pandangan tentang semua hal, mulai dari kebijkan ekonomi, ideologi sampai kebijakan politik.
Setelah gerakan reformasi 1998, perjuangan politik yang sebenarnya justru baru dimulai. Visi tentang ke mana Indonesia Baru menuju bukanlah barang jadi yang sudah dirumuskan. Ia masih harus diperdebatkan secara publik. Buku ini adalah lontaran visi politik yang ingin ditawarkan bagi Indonesia baru paska reformasi 1998. Karena bersifat visioner, dengan sendirinya ia dipenuhi oleh kerangka normat…