Dalam rekonstruksinya, penulis mengemukakan bahwa kekuatan Islam di Jawa muncul melalui tumbuhnya golongan menengah dalam masyarakat yang terdiri dari kaum pedagang. Mereka dapat membentuk golongan yang semakin kuat dan besar karena berpegang pada ajaran Islam yang mengutamakan persudaraan serta pada asasnya tidak mengakui adanya perbedaan keturunan.