Mohamad Isa berani meninggalkan zona nyaman kolonial di Surabaya untuk pindah ke Palembang berbakti pada masyarakat, berjuang bagi indonesia merdeka dan mengisinya dengan serangkaian tindakan visioner : membangun permiri, membentuk Trading House NV Karet, dan memprakarsai berdirinya Universitas Sriwijaya.