Skripsi
GAMBARAN INFLAMASI LOBULAR PADA HEPAR MENCIT MODEL OBESITAS YANG DIBERIKAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera).
Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang berkaitan dengan inflamasi sistemik, termasuk inflamasi lobular pada hati yang memicu perkembangan Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD). Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dikenal memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang potensial untuk menurunkan inflamasi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 24 preparat hepar mencit model obesitas dibagi dalam 4 kelompok perlakuan, termasuk kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan variasi dosis ekstrak daun kelor (420 mg/kgBB, 630 mg/kgBB, dan 840 mg/kgBB). Preparat diwarnai dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE) dan diamati menggunakan mikroskop cahaya untuk menghitung foci inflamasi lobular dalam 20 lapang pandang dan menentukan skor inflamasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis I (420 mg/kgBB) memberikan efek terbaik dalam menurunkan jumlah foci dibandingkan dosis lainnya. Namun, pada dosis II (630 mg/kgBB), memiliki rata-rata jumlah foci terbanyak. Fenomena ini dapat dijelaskan oleh kemungkinan overaktivasi sistem imun pada dosis yang lebih tinggi, yang justru meningkatkan infiltrasi inflamasi. Penurunan jumlah foci pada dosis III (840 mg/kgBB) mungkin terkait dengan efek toleransi terhadap toksisitas dosis tinggi atau mekanisme regulasi negatif yang terjadi setelah paparan jangka pendek terhadap senyawa bioaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor memiliki potensi untuk mengurangi peradangan lobular pada hepar mencit model obesitas, dengan dosis I (420 mg/kgBB) memberikan hasil terbaik dalam menurunkan jumlah foci.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| FREKUENSI PENDERITA DIABETES MELITUS PADA SISWA-SISWI OBESITAS DI SMU XAVERIUS 1 PALEMBANG | id |